Carilah pengetahuan seluas-luasnya sampai kamu tidak tahu seluas apa pengetahuanmu

Jumat, 14 Oktober 2016

Tips mencuci pakaian

[gambar pixabay]

Punya baju kesayangan tapi kena noda, apalagi bandel banget ?
Sayang sih memang, apalagi baru di pakai beberapa kali saja. Nah tips-tips berikut ini bisa saja di aplikasikan guna mengatasi masalah tersebut.


 Noda Minyak atau Saos

Suka beraktifitas di dapur atau suka masak memasak kadang tak sengaja baju terkane noda minyak atau saus, tapi semua bisa diakali dengan menggosok noda dengan kapur atau bedak bayi lalu biarkan semalam. Lihat deh bagaimana reaksinya …


 Trik cepat mengeringkan pakaian tipis 

Mau berangkat kerja tapi pakaian dalam masih basah ?
tenang… Untuk mengeringkan pakaian dengan cepat bisa dengan memeras pakaian tersebut menggunakan handuk kering. Handuk kering akan menyerap dengan cepat.

[gambar pixabay]

Menghilangkan noda kuning

Paling sebel kan punya baju putih tapi di bagian kerang ada noda kuning ?
Noda kekuningan juga bisa diatasi dengan mengoleskan campuran jeruk nipis dengan baking soda diatasnya, biarkan selama satu jam kemudian di cuci seperti biasa.
Atau bisa juga dengan cara mengusapkan spon yang telah direndam dengan air panas dan garam.

[gambar pixabay]

Menghilangkan noda darah

Yang ini agak ngeri memang, bagi sebagian orang melihat darah bisa saja bergidik, namun jika pakaian terkena noda darah,  noda darah bisa diakali dengan menggosok  menggunakan sabun mandi. Gosok-gosokan sabun mandi diatas noda diamkan sebentar lalu kucek.


Tips dengan Garam dapur

Kalau ingin warna bajumu cerah kembali, tambahkan sedikit garam ketika mencuci. Garam juga dapat menghilangkan bau yang tak sedap pada pakaian.


BACA JUGA :


Share:

Rabu, 12 Oktober 2016

Mengenal Hari Asyura



Asyura adalah kata berbahasa arab yang berarti hari ke-10 bulan Muharram. Sedangkan hari pertama bulan Muharram merupakan tahun baru Islam. Perhitungannya di mulai dari hari ketika Nabi Muhammad dan para sahabat pergi dari makkah menuju Madinah pada tahun 622 M. Peristiwa itu dikenal dengan nama Hijrah.

Share:

Senin, 10 Oktober 2016

Memahami kata "Wali"



Makna  “wali” bagi sebagian orang pasti identik dengan orang sholeh yang dekat dengan Allah dan mempunyai segudang karomah yang  tidak dimiliki orang kebanyakan.

Namun dalam alqur’an kata “wali” mempunyai arti yang beragam, biasanya sesuai dengan konteks ayat yang di bahas. Keragaman arti tersebut mau tidak mau harus difahami secara menyeluruh agar maksud yang sesunggunya tidak bias.

Ahir-ahir ini publik tanah air sedang gencar mencari tahu makna dan kandungan QS. Al Maidah ayat 51 yang menyebut kata Awliya (jamak dari “wali”).  Dalam terjemah bahasa Indonesia kata “awliya” dalam ayat tersebut diartikan sebagai “Pemimpin”.

Hal inilah yang ahirnya menjadi perdebatan bagi kalangan politisi “islam” yang menolak salah satu kandidat calon gubernur DKI Jakarta yang kebetulan Non Muslim. Untuk mengetahui lebih jelasnya silahkan simak rangkuman berikut ini.

MENURUT KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA

Secara bahasa wali  bisa diartikan penjamin, pengurus, Pembina, kekasih atau seseorang yang memberikan pertolongan. kbbi

Wali Murid diartikan Orang yang menjamin anak untuk memperoleh pendidikan, baik segi administrasi maupun materi
Wali  bisa diartikan orang yang diberi tanggungjawab mengurusi harta anak yatim sampai dia dewasa
Wali Kelas diartikan sebagai Guru yang membina siswa dalam satu kelas.
Wali Allah diartikan sebagai Orang yang menjadi kekasih Allah.
Wali kota diartikan orang yang diberi tanggungjawab mengurusi masalah yang timbul pada masyarakat perkotaan

SECARA ETIMOLOGI

Dalam bahasa arab  wali bisa diartikan seseorang yang bisa dipercaya, seseorang yang dijadikan pelindung.
Kata wali berasal dari kata “al wilayah” yang berarti kekuasaan atau daerah. wikipedia

MENURUT AHLI TAFSIR

Prof. Quraish Shihab Dalam tafsir Al Misbah menjelaskan, bahwa  kata “awliya” yang merupakan jamak dari “wali” menunjukkan arti “orang yang paling dekat”. 

Misalkan Wali nikah adalah seseorang yang paling dekat dengan mempelai putri yaitu pihak orangtua, atau paman atau kakak lelaki, 

Walikota adalah seseorang yang “seharusnya” paling dekat dengan masyarakat kota sehingga mengetahui segala permasalahan yang dialami warganya. 

Wali murid adalah seseorang yang paling dekat dengan murid yang seharusnya mengetahui kendala yang dihadapi murid dalam belajar.

Pun jika diartikan pada kata “waliyullah”, jelas artinya mereka yang paling dekat dengan Allah sehingga mereka lebih mengetahui seluk beluk kekuasaan Allah.

Bisa juga diartikan penolong karena biasanya orang yang dimintai tolong pertama kali adalah orang yang paling dekat dengan kita.

Nah .. bagaimana Mas Mbak sudah tahukan keragaman makna dari kata “wali” tersebut ?
Eits.. masih ada yang kurang ternyata…


WALI BAND, rasanya kurang afdol kalau Band anak santri ini ngga ikut disebut, soalnya karya-karyanya cukup ngehits dan menghibur. Dan tentu sudah tahu kan…? 
Share:

Minggu, 09 Oktober 2016

Kafir dan Asal Usulnya


Kafir secara bahasa berasal dari kata kufur dimabil dari akar kata K-F-R yang mempunyai arti “menutupi”. Masyarakat arab dahulu menggunakan istilah tersebut kepada para petani yang menutupi benih dengan tanah.

Jika menurut syari’at islam, kafir adalah mengingkari atau menutupi kebenaran akan adanya Allah sebagai Tuhan yang wajib disembah dan mengingkari syari’at yang di bawa oleh oleh Nabi Muhammad SAW. Sedangkan Kufur adalah meningkari segala nikmat yang telah dianugrahkan Allah kepada semua hambanya. Wikipedia 

Ditinjau dari aspek antropologi, Prof. Sumanto Al Qurtuby menjelaskan panjang lebar mengenai asal usul penggunaan kata “kafir” tersebut.

 ASPEK SEJARAH BAHASA


Dari aspek sejarah perkembangan bahasa kata “kafir” sangat tidak stabil penggunaannya, maka diperlukan pemahaman yang mendalam agar tidak asal ngomong koppar kappir ahirnya jadi kipper dan berubah wujud jadi tapir.

Share:

Sabtu, 08 Oktober 2016

Menggali Makna Aqikah

"Setiap anak tertuntut dengan Aqikahnya"


Aqiqah adalah pengurbanan hewan dalam syariat islam sebagai penebus bayi yang baru lahir. Hukum yang paling kuat pendapatnya adalah sunah muakkadah, sesuai syari’at biasanya dengan menyembelih kambing pada saat tujuh hari setelah kelahiran. Ada juga yang dilaksanakan berbarengan dengan slametan pemberian nama pada bayi tersebut.
Share:

Total Tayangan Halaman

Arsip blog

Diberdayakan oleh Blogger.