“perbedaan antara ikhlas dan nafsu hanyalah setebal kulit bawang, karena itu pahamilah betul apakah ikhlas yang kau raih ataukah nafsu yang kau rengkuh “ tutup mas Muji
Senja telah berlalu menutup hari itu dengan rona memerah
layaknya pipi gadis yang menatap malu dibalik tirai. Adzan maghrib saling
bersahut-sahutan laksana simfoni alam yang menenangkan gelisahnya hati.
Sehabis sholat maghrib saya langsung ngacir ke tempat mas
muji, ngopi bareng sambil curhat-curhatan seperti biasanya. Cuaca sore itu memang cukup bersahabat untuk
ngopi-ngopi setelah seharian bergelut dengan endhut di sawah.












